Selamat Datang di Blog Mau Pintar

SELAMAT DATANG DI BLOG SEDERHANAKU

Kamis, 26 Juni 2014

Contoh Proposal Penelitian Tindakan Kelas (PTK) SD

PROPOSAL
PENELITIAN TINDAKAN KELAS
( PTK )
PENINGKATAN PEMAHAMAN SISWA TENTANG PECAHAN SEDERHANA MELALUI ALAT PERAGA MATA PELAJARAN MATEMATIKA KELAS III SD NEGERI BAUMI










OLEH
APOLINARIS LASIMAI
NIM         : 821 95 06 16
SEMESTER         : VI ( ENAM )



PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
F K I P
UNIVERSISTAS TERBUKA
POKJAR ALOR
KALABAHI
2013

HALAMAN PENGESAHAN
PROPOSAL PENELITIAN TINDAKAN KELAS

JUDUL               :    PENINGKATAN PEMAHAMAN SISWA TENTANG PECAHAN SEDERHANA MELALUI ALAT PERAGA MATA PELAJARAN MATEMATIKA KELAS III SD NEGERI BAUMI


 PENELITIAN :    1.    NAMA MAHASISWA
2.    NIM
3.    SEMESTER
4.    MATA PELAJARAN
5.    LOKASI    :
:
:
:
:    APOLINARIS LASIMAI
821 95 06 16
VI ( ENAM )
MATEMATIKA
 SD N BAUMI ( KELAS  III )


TUTOR PENGEMBANG


MESAK A. MALAILAK, S.Pd, M.Pd
NIP. 1975 05 23 2001 021 004    Baumi, 28 Mei 2013
PENELITI


APOLINARIS LASIMAI
NIM :  821 95 06 16
MENGETAHUI
PENGURUS UT CABANG ALOR





YAKOBUS O. MOANLEY
NIP. 1965 01 05 1985 121 001
A.    JUDUL          :    PENINGKATAN PEMAHAMAN SISWA TENTANG PECAHAN SEDERHANA MELALUI ALAT PERAGA MATA PELAJARAN MATEMATIKA KELAS III SD NEGERI BAUMI
B.    BIDANG KAJIAN
Ruang lingkup bidang kajian dalam penelitian tindakan kelas ini berkaitan dengan masalah pembelajaran yaitu untuk mengetahui peningkatan pemahaman siswa tentang pecahan sederhana melalui alat peraga mata pelajaran matematika.
C.    PENDAHULUAN
Banyak kalangan pelajar menganggap belajar adalah aktifitas yang tidak  menyenangkan,  duduk berjam-jam dengan mencurahkan perhatian dan pikiran pada suatu materi pokok sesuai dengan standar kompetensi, baik yang sedang disampaikan oleh guru maupun yang sedang dihadapi dimeja belajar. Kegiatan itu hampir selalu dirasakan sebagai beban dari pada upaya aktif untuk memperdalam ilmu.

Siswa tidak menemukan kesadaran untuk mengerjakan seluruh tugas-tugas sekolah. Banyak diantara siswa yang menganggap mengikuti pelajaran tidak lebih sekedar rutinitas untuk mengisi daftar absensi. Mencari nlai, melewati jalan yang harus ditempuh, dan tanpah diiringi kesadaran untuk menambah wawasan ataupun mengasah ketrampilan.
Menurunnya gairah belajar, selain disebabkan oleh ketidaktepatan metodologis juga berakar pada paradigm pendidikan konvensional yang selalu menggunakan metode pengajaran klasikal dan ceramah, tanpa pernah diselingi berbagai metode yang menantang dan berusaha. Termasuk adanya penyekat ruang structural yang begitu tinggi antara guru dan siswa.
Hal yang paling menonjol yang peneliti temui dari penelitian tindakan kelas (PTK) ini ialah “Rendahnya tingkat inisiatif dan kontributif baik secara intelektual maupun emosional dalam pembelajaran matematika khususnya tentang materi pokok pecahan sederhana. Dalam hal ini, rendahnya ketrampilan kognitif, afektif dan psikomorik yang dimiliki oleh siswa kelas III (tiga) SD. Negeri Baumi.
Namun, dimana penulis sebagai peneliti dan juga guru di SD. Negeri bersangkutan menyadari bahwa kesalahan diatas tidak hanya dibebankan kepada siswa saha tetapi yang pertama bertanggungjawab hendaknya guru, sehingga suasana belajar berjalan sesuai criteria PAKEM (Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, Menyenangkan). Kadang-kadang secara sadar atau tidak guru menerapkan sifat otoriter, menghadapi pertanyaan dari siswa, menyampaikan ilmu pengetahuan secara searah, menganggap murid sebagai penerima, pencatat dan pengingat. Dimana sebagai seorang guru harus memiliki pemahaman yang cukup tentang karakter peserta didik sebagai sasaran tugas utamanya. Pemahaman ini mencakup kesiapan, kemampuan, ketrampilan dan latar belakang peserta didik yang semua itu akan membantu guru dalam melaksanakan tugasnya dengan baik (Wardani dan Suparno, 1994).
Bertolak dari pemahaman diatas maka sebagai seorang guru perlu memberikan respon yang positif dan dapat mebangkit motivasi belajar baik dalam kemampuan intelektual maupun  emosional peserta didiknya.
Dimana kompetensi guru pemula sesuai ketetapan konsorsium ilmu pendidikan bahwa seorang guru pendidik harus memiliki empat kemampuan yaitu (1). Kesadaran dan kemampuan mengembangkan diri sebagai individu warga Negara berpendidikan tinggi, (2). Menguasai bidang ilmu sumber belajar, (3). Menguasai prinsip-prinsip dasar kependidikan dan memahami hakekat subyek didik, dan (4). Kemampuan menyusun dan menyelenggarakan program pengajaran dan tugas-tugas keguruan kependidikan lainnya.
Dengan uraian diatas,sebagai seorang pendidik tidak hanya sebagai pengajar saja tetapi sebagai pembelajar dalam hal bahwa guru atau pendidik tidak lagi menerapkan pendidikan gaya bank dimana siswa hanya sebatas siap menerima, mencatat, menghafal, menyimpan tanpa mempunyai daya cipta, inisiatif dan kreatif.
 Dalam menciptakan proses pembelajaran seorang guru perlu memperhatikan criteria keberhasilan pembelajaran yakni dimana menurut Dudjana (1998) mengatakan bahwa criteria keberhasilan pembelajaran ditinjau dari dua hal, yaitu sudut proses dan hasil belajar yang dicapainya. Dari segi dinamis sehingga siswa mampu memahami dan mengembangkan potensinya melalui belajar sendiri dan melalui tujuan yang telah ditetapkan. Sementara itu, dari segi hasil  atau produk, keberhasilan pembelajaran dilihat dari tingkat penguasaan tujuan oleh siswa baik dari segi kualitas maupun dari segi kuantitas.
Mengajar bukanlah sekedar kegiatan rutin dan mekanis tetapi mengajar merupakan kegiatan manajerial yang harus dapat dilakukan secara professional, sehingga keingintahuan peserta didik secara bebas, keterbukaan dan segala sesuatu bias digali dan dipertanggungjawabkan yang pada akhirnya, tuntutan mutu pendidikan dapat menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas dan bermanfaat.
Dalam penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilakukan oleh peneliti selaku guru menunjukan dan menyadari bahwa pembelajaran matematika mempunyai beberapa kelemahan yang disebabkan oleh : rendahnya kemampuan guru dimana sebagai peneliti dalam mengembangkan ketrampilan mengajar yang dapat merangsang siswa untuk belajar, serta kurangnya partisipasi siswa terhadap materi pelajaran yang dipelajarinya dalam hal rendahnya kemampuan siswa, maka perlu adanya pemecahan masalah yang beroientasi pada ramah kognitif, afektif, dan psikomotorik, didalam pemecahan masalah tersebut setidaknya memiliki system PAKEM (Pembelajaran, Aktif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan). Maka solusi yang digunakan peneliti dalam mengatasi masalah diatas yaitu penggunakan alat peraga sederhana dalam pembuktian pecahan sederhana dan pemberian contoh untuk membangkitkan kepedulian siswa terhadap materi ajar dan dapat mengembangkan kemampuan intelektual dan emosional peserta didik.
Dengan demikian, setiap individu merasa mendapat tugas dan bertanggungjawab sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai secara optimal sesuai dengan harapan kurikulum.
Dari analisis situasi diatas, kondisi yang ada saat ini adalah :
1.    Proses belajar mengajar (pembelajaran) matematika dikelas masih berjalan monoton.
2.    Desain dan strategi pembelajaran dikelas kurang tepat
3.    Metode yang digunakan masih bersifat klasikal dan ceramah
4.    Rendahnya kualitas pembelajaran matematika khususnya pecahan sederhana, dan.
5.    Rendahnya prestasi siswa tentang materi pecahan sederhana.



D.    RUMUSAN MASALAH DAN PEMECAHAN MASALAH
•    Rumusan Masalah
Apakah dengan penggunaan alat peraga siswa dapat memahami pecahan sederhana dalam mata pelajaran Matematika kelas III SD Negeri Baumi
•    Pemecahan Masalah
Berdasarkan rumusan masalah diatas mengisyaratkan bahwa pemahaman dan keaktifitas siswa kelas III SD.Negeri Baumi sangat lamban dalam mempelajari matematika tentang pecahan sederhana. Maka untuk meningkatkan pemahaman dan kreatifitas peserta didik dalam hal peningkatan kualitas pembelajaran Hipotesis/alternative tindakan yang digunakan oleh peneliti dimana sebagai guru dikelas bersangkutan yakni pendekatan belajar aktif dengan menerapkan ketrampilan mengajar yang merupakan salah satu profesi utama guru dan penggunaan media/alat peraga sederhana dari kertas dan kaitan topic dengan pengalaman siswa serta contoh-contoh dari pengalamannya sendiri sesuai standar kompetensi dasar, maka dengan sendirinya ada keterlibatan siswa secara optimal dalam bertanya, menyampaikan pendapat, ide, gagasan dan kerja individu secara terstruktur, yang pada akhirnya pemahaman dan kreatifitas siswa tentang pecahan sederhana akan meningkat, dengan kata lain pembelajaran matematika akan menarik dan efektif dan menyenangkan, dan dapat meningkatkan kreatifitas dan penghayatan yang lebih mendalam dalam diri siswa terhadap pemikiran ilmiah dari materi pelajaran yang diperolehnya.
E.    TUJUAN PENELITIAN
Dengan berdasarkan analisis masalah yang ada maka tujuan penelitian tindakan adalah untuk mengetahui peningkatan pemahaman siswamelalui alat peraga mata pelajaran matematika.


F.    MANFAAT PENELITIAN
Pelaksanaan penelitian tindakan kelas ini diharapkan akan memberikan beberapa manfaat, yaitu :
1.    Bagi Siswa
a.    Tumbuhnya rasa cinta akan materi matematika.
b.    Untuk memperoleh pengetahuan matematika, khususnya pecahan sederhana yang lebih menarik, menyenangkan dan memungkinkan bagi dirinya dalam aspek kognitif, afektif dan psikomotorik.
c.    Untuk memperoleh kualitas pembelajaran yang memadai.
2.    Bagi Guru
a.    Memberikan sumbangan bagi peningkatan mutu dan kreatifitas peserta didik dalam pmbelajaran matematika.
b.    Proses pembelajaran matematika dikelas tidak lagi berjalan secara monoton.
c.    Memberikan bekal pengetahuan proses belajar yang efektif, kuatif, moratif dan produktif.
d.    Mendorong pendidik atau tenaga kependidikan yang melakukan penelitian tindakan kelas.
3.    Sekolah dan Penelitian Tindakan Kelas.
a.    Akan dapat memberikan sumbangan dalam upaya meningkatkan mutu pembelajaran berkualitas sesuai perkembangan pendidikan.
b.    Sebagai masukan untuk memperbaiki teknik pembelajaran klasikal dan ceramah menjadi pembelajaran aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan.
c.    Akan terjalin kerja sama yang erat antara LPTK dengan sekolah sehingga akan memacu LPTK untuk meningkatkan mutu atau kualitas pembelajaran sesuai dengan tuntutan kebutuhan peserta didik.










G.    KAJIAN PUSTAKA
1.    Kajian Konsep
    Matematika adalah ilmu deduktif, ilmu tentang pola keteraturan, seni, bahasa, ilmu tentang struktur yang terorganisasi dengan bidang keilmuan yang teratur sistematis dan eksak.
    Proses pembelajaran matematika, strategi psikologis yakni strategi yang menggunakan teori- teori belajar sedangkan model pembelajaran dilakukan dengan pendekatan penanaman konsep, pemahaman konsep, dan pembinaan ketrampilan.
    Dalam pengalaman sehari- hari sering digunakan pecahan sederhana dimana melambangkan perbandingan yang sama dari suatubenda terhadap keseluruhan benda tersebut dan  sebaliknya dapat melambangkan perbandingan himpunan yang sama dari suatu himpunan yang sama terhadap keseluruhan semula dan.
    Anak adalah bahan tiruan dari orang dewasa, anak bukan bentuk mikro dan bukan pula klise dari orang dewasa, anak mempunyai kemampuan yang berbeda dari orang dewasa karena itu pembelajaran matematika bagi anak harus berlainan, agar  anak memiliki pengetahuan matematika dengan mengerti dan bermakna, ia harus sudah memiliki kekebalan konsep bilangan, kansep materi, panjang, luas, berat dan isi.

2.    Kajian Teoritis
    Menurut Jean Peaget dengan teori perkembangan mental anak ( Mental atau Intelektual atau Kognitif ) yang dipilih menjadi empat yaitu : tahap sensori motorik, tahap operasional awal / pra operasi, tahap operasi konkret dan tahap operasi formal
    Menurut Jerome S. Brelner ada tiga tahap anak belajar matematika yaitu : tahap enaktif, ikonik dan simbolik dimana pada dasarnya tahap belajar matematika dimulai dari pengalaman, benda- benda konkret dan pengalaman symbol / lambing.
    Menurut Brownell dan Van Egan dengan teori makna bahwa pada situasi pembelajaran bermakna selalu terdapat tiga unsure yaitu :
1.    Adanya suatu  kejadian, benda, tindakan.
2.    Adanya symbol yang mewakili unsure- unsure.
3.    Adanya individu yang menafsirkan symbol tersebut.
    Menurut teori Robert M. Gagne bahwa ada dua asumsi dalam pembelajaran matematika yakni : Objek belajar matematika dan menggunakan tipe belajar.

H.    RENCANA DAN PROSEDUR PENELITIAN
1.    Rencana Penelitian :
    Tempat penelitian
Penelitian Tindakan Kelas ini berlangsung dikelas III SD Negeri Baumi, Desa Lembur Timur, Kecamatan Lembur, Kabupaten Alor.
    Kondisi Kelas
Letak kelas berada di selatan lapangan sekolah, ruangan nyaman digunakan, arah duduk siswa menghadap barat dan jumlah siswa 10 orang yang terdiri dari 4 orang laki- laki dan 5 orang perempuan dengan 2 kelompok diskusi.
    Waktu penelitian
Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan pada jam belajar mengajar dari bulan …………… sampai bulan …………..
2.    Prosedur Penelitian
3.    Metode dalam Penelitian Tindakan Kelas ini menggunakan model siklus yang dikembangkan oleh kemunis dan Te Taggart ( 1988 ) yakni :
    Siklus I
Rencana………    Tindakan………    Observasi………    Refleksi…
Skenario pembelajaran pada siklus 1
Guru / penelitimasuk kelas member salam, menyiapkan materi ajar sesuai rencana pembelajaran yang telah dibuat, berdasarkan rencana pembelajaran yang telah disusun peneliti langsung menyampaikan materi pecahan sederhana dan menyuruh siswa mencatat sesuai dengan yang ada dipapan tulis. Dari pembelajaran lekasikal dan ceramah yang guru terapkan dalam kelas sesuai materi pecahan sederhana dalam matematika ternyata pemahaman dan keaktifan siswa dalam pembelajaran sangat rendah sehingga sehingga mempengaruhi nilaipeserta didik merosot, dalam hal kualitas pembelajaran dalam matematika khususnya pecahan sederhanasangat minim. Berdasarkan hasil pengamatan tersebut saya sebagai peneliti sekaligus guru, mengkaji, merenungkan, dan mempertimbangkan serta kemudian menyadari bahwa tindakan kelas yang dilaksanakan kurang efektif.
Berdasarkan hasil refleksi diatas saya selaku peneliti ingin memperbaikai melalui siklus berikutnya.
    Siklus II
Rencana Rencana…    Tindakan….....    Observasi……    Refleksi…..
Skenario pembelajaran siklus II merupakan tindakan yang ditambahkan oleh peneliti yakni, menyampaikan tujuan pembelajaran, menggunakan alat peraga dalam pembelajaran, menyiapkan kesempatan kepada peserta didik untuk menyampaikan ide, gagasan dan melibatkan siswa dalam pembelajaran maka dengan sendirinya pemahaman dan keaktifan siswa dalam pembelajaran matematika, khususnya tentang pecahan sederhana akan meningkatkan sehingga prestasi peserta didik pun akan bertambah sesuai tujuan pembelajaran.



I.    JADWAL PENELITIAN
Jadwal penelitian tindakan kelas ini berlangsung pada tahun 2012/2013 dan bentuk jadwal ini dibuat dalam bentuk matriks Gantt Chart.
No    Kegiatan    Bulan April    Bulan Mei
        1    2    3    4    1    2    3    4
1.


2.

3.
4.


5.
6.
7.    Diskusi kesepakatan, persiapan, pelaksanaan, dan masalah yang diteliti
Merumuskan tindakan yang akan dilaksanakan
Pembuatan alat observasi
Pelaksanaan tindakan
Siklus 1
Siklus 2
Penyusunan proposal
Revisi proposal
Penjilidan     
   




   




   





   






   






   







   











J.    BIAYA PENELITIAN
Biaya yang diperlukan dalam penyelesaian penelitian Tindakan Kelas ini dibuat dalam bentuk tabel yakni :
KEGIATAN    RINCIAN    JUMLAH (Rp)
1.    Penyiapan Bahan Ajar







2.    Persiapan ke Lokas penelitian






3.    Penelitian Siklus






4.    Penelitia siklus II






5.    Tahap akhir penelitian
    a.    Konsultasi Awal
-    Biaya transport 1 orang x Rp.20.000
b.    Penyusunan draf bahan ajar
-    Pengadaan ATK 1x Rp.50.000
-    Uang lelah 1 orang x Rp.20.000
-    Uang makan 1 orang x Rp.10.000
c.    Revisi Bahan Ajar
-    Pengadaan ATK 1 x Rp.30.000
-    Biaya transport 1 orang x Rp.20.000
a.    Pengadaan Instrumen
-    Penyusunan panduan kerja 10 lbr x Rp.10.000
-    Penyusunan pedoman pengamatan 10 lbr x Rp.10.000
-    Pengadaan buku sumber 1 paket x Rp.50.000
-    Biaya transport 1 orang x 10.000
-    Biaya konsumsi 1 orang x 10.000
a.    Observasi dasar
Biaya transport 1 orang x Rp.10.000
b.    Latihan pelaksanaan tindakan
Biaya transport 1 orang x Rp.10.000
c.    Pelaksanaan tindakan siklus I
Biaya transport 1 orang x Rp.10.000
d.    Refleksi dan evaluasi
Biaya transport 1 orang x Rp.10.000
a.    Latihan ulang pelaksanaan tindakan
Biaya transport 1 orang x Rp.10.000
b.    Melaksanakan tindakan siklus II
Biaya transport 1 orang x Rp.10.000
c.    Refleksi dan evaluasi
Biaya transport 1 orang x Rp.10.000
d.    Penyediaan media pembelajaran
1    x Rp.20.000
a.    Penyusunan draf proposal
-    Sewa komputer 1 x Rp.100.000
-    Biaya transport 1 orang x Rp.20.000
-    Biaya konsumsi 1 orang x 10.000
b.    Refleksi dan evaluasi
-    Sewa komputer 1 x Rp.50.000
-    Biaya transport 1 orang x Rp.20.000
c.    Pengadaan/pengesahan proposal
-    Pengadaan/pengesahan
4 rangkap x 50.000
-    Biaya konsumsi 1 orang x 10.000
-    Biaya penjilidan 3 rangkap 1 x 10.000
-    Biaya pengiriman proposal
1 x 250.000   
20.000

50.000
20.000
10.000

30.000
20.000


10.000

10.000

50.000
10.000
10.000

10.000

10.000

10.000

10.000

10.000

10.000

10.000

20.000

100.000
20.000
10.000

50.000
20.000


50.000
10.000

10.000
250.000
Jumlah    850.000

K.    PERSONALIA PENELITIAN
Indentitas Peneliti
Nama    :    APOLINARIS  LASIMAI
Jenis Kelamin    :    Laki-laki
NIM    :    821950616
Semester    :    VI (enam)
Jabatan Penelitian    :    Guru Matematika
Unit Kerja    :    SD Negeri Baumi, Kelas III
L.    DAFTAR PUSTAKA
I G A K. Wardani. Dkk, ( 2012 ). Penelitan Tindakan Kelas. Universitas Terbuka. Jakarta
Karso, dkk,  ( 2011 ). Pendidikan Matematika I. Universitas Terbuka. Jakarta
Moh Asrori, ( 2011 ). Penelitian Tindakan Kelas. Wacana Prima. Bandung
Sukiman, dkk, ( 2010 ). Manajemen Penelitian Tindakan Kelas. Insan Cendekia. Jakarta
Tim Bina Karya Guru, ( 2007 ). Terampil Berhitung Matematika Untuk SD Kelas III. Erlangga
TIM FKIP, ( 2011 ). Pemantapan Kemampuan Mengajar PGSD. Universitas Terbuka. Jakarta










M.    LAMPIRAN
1. Unstrumen Penelitian
-    Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mata Pelajaran Matematika
    Siklus I (Tahap awal)
    Siklus II (Tahap Akhir/perbaikan)
-    Lembaran Observasi
    Siklus I dan II
    Daftar nilai siswa
-    Lembar Refleksi
    Siklus I
    Siklus II
2. Riwayat Penelitian
-    Identitas Peneliti
-    Pengalaman Peneliti


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP ) TEMATIK
SIKLUS, I

Mata Pelajaran/Tema    :    Matematika/Pertanian
Kelas/Semester    :    III (tiga) / II (dua)
Alokasi Waktu    :    1 X 35 Menit
Sekolah Dasar    :    SD. Negeri Baumi

I.    Standar Kompetensi
3. Memahami pecahan sederhana dan penggunaan dalam pemecahan masalah
II.    Kompetensi Dasar
3.1. Mengenal pecahan sederhana
III.    Tujuan Pembelajaran
1)    Siswa dapat membuktikan pecahan
2)    Siswa dapat menulis pecahan
3)    Siswa dapat membilang pecahan
4)    Siswa dapat menjanjikan nilai pecahan dengan menggunakan bentuk gambar
IV.    Materi Pokok
    Pecahan Sederhana

V.    Metode Pembelajaran
    Ceramah
    Tanya jawab
    Pemberian Tugas
VI.    Langkah-langkah Pembelajaran
A. Kegiatan Awal
    Apresiasi
Dalam kegiatan apresiasi, guru
    Mengisi daftar hadir, berdoa, mempersiapkan materi ajar. Model dan alat peraga (gambar)
    Mengajukan beberapa pertanyaan menyangkut materi ajar
B. Kegiatan Inti
    Eksplorasi
Dalam kegiatan ekplorasi, guru
    Menjelaskan pengertian pecahan
    Memberikan gambar yang sudah ada nilai pecahannya
    Siswa dapat membuat gambar/potongan kertas sesuai dengan nilai pecahan yang ada dipapan tulis
    Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru
    Guru bertanya tentang materi yang telah disampaikan kepada siswa
    Guru dan siswa meluruskan pemahaman dalam pembelajaran
C. Kegiatan Akhir
Dalam kegiatan akhir ini, guru
    Menyuruh siswa mengerjakan soal yang diberikan dari pembelajaran
    Memeriksa hasil pekerjaan siswa
    Dan siswa menyimpulkan materi pembelajaran
VII.    Alat dan Sumber Belajar
    Alat
    Gambar
    Sumber Belajar
    Buku cetak matematika, terampil matematika hal. 116-143
VIII.    Penilaian
    Bentuk Instrumen
-    Tertulis
1.    Bentuk gambar disamping apabila
dibagi dua akan menjadi bentuk.......
2.    Bentuk gambar disamping bila
dibagi enam akan menjadi bentuk......
3.    Tulislah lambang pecahan dari sepermpat !
4.    Tulislah nilai pecahan dari gambar
disamping ini !

5.    Tulislah lambang pecahan dari gambar
disamping ini !
Jawaban
1.   

2.   

3.    Lambang pecahan seperempat : 
4.                                      Nilai pecahannya adalah seperdelapan

5.                               Lambanag pecahannya adalah  


LEMBAR OBSERVASI PTK
SIKLUS  I
Mata Pelajaran/Tema    :    Matematika / Pertanian
Kelas/Semester    :    III (tiga) / II (dua)
Standar Kompetensi    :    Mengenal Pecahan Sederhana
RPP ke    :     3
No     Aspek Yang Diobservasi*)    Kemunculan     Komentar
        ada    Tidak ada   
1.    Menyediakan pijakan (ketrampilan membuka pelajaran )    √            Mengecek kehadiran, berdoa, menyiapkan materi
2.    Memberikan tuntutan (ketrampilan bertanya)        √        Tidak menyampaikan tujuan pembelajaran
3.    Melibatkan siswa sebanyak mungkin dalam kegitan pembelajaran (ketrampilan menjelaskan)    √            Ketrampilan bertanya dalam bentuk perebutan
4.    Penjelasan konsep oleh guru (ketrampilan menjelaskan)    √            Penanaman konsep
5.    Melaksanakan pembelajara dengan menggunakan metode yang bervariasi dan memberikan pengalaman langsung kepada siswa (ketrampilan mengadakan variasi)        √    Tanpa menggunakan demostrasi/peragaan
6.    Memberikan contoh (ketrampilan mengadakan variasi)        √    Contoh yang diberikan terpaku pada buku sumber
7.    Menggunakan media yang tepat (ketrampilan mengadakan variasi)        √    Tidak menggunakan media dalam pembelajaran
8.    Memberikan penguatan (ketrampilan memberi penguatan)        √    Tidak memberikan penguatan karena waktu
9.    Membimbing diskusi (ketrampilan membimbing diskusi kelompok besar dan kecil)    √        Membimbing kelompok kecil/perorangan
10.    Melakukan penilaian hasil dan proses belajar (ketrampilan menutup pelajaran)    √        Penilaian dalam bentuk pemberian score
11.    Ketrampilan mengajar kelompok kecil dan perorangan        √    Tidak bentuk kelompok
12.    Memberikan balikan (ketrampilan menutup pelajaran)    √        Umpan balik dalam bentuk lisan

Kesimpulan : Dalam pembelajaran pada siklus I sesuai dengan Observasi siatas maka pembelajaran tentang pecahan sederhana belum tuntas.
Baumi,..............
Peneliti


APOLINARIS  LASIMAI
NIM ; 821950616
DAFTAR NILAI SISWA
PENELITIAN TINDAKAN KELAS
SIKLUS  I
Mata Pelajaran/Tema    :    Matematika/Pertanian
Kelas/Semester    :    III (tiga) / II (dua)
Standar Kompetensi    :    Mengenal Pecahan Sederhana
RPP ke    :     3
No    Nama Siswa
    Nilai    Ket
        Angka     Huruf    
1    Tegar Kasamai    79    Tujuh Sembilan    Cukup
2    Eriance Onlani    69    Enam Puluh Sembilan    Kurang
3    Lukas Malmai    66    Enam Puluh Enam    Kurang
4    Putri Kasamai    69    Enam Puluh Sembilan    Kurang
5    Aksamina Maiten    80    Delapan Puluh    Baik
6    Yosep Maifa    70    Tujuh Puluh    Cukup
7    Yakomina Manileti    80    Delapan Puluh    Baik
8    Elsa Lenmai    78    Tujuh Puluh Delapan    Cukup
9    Natan Maiten    70    Tujuh Puluh    Cukup
10    Maria Maimau    75    Tujuh Puluh Lima    Cukup

Baumi,.......,...................2013

Peneliti


APOLINARIS  LASIMAI
NIM ; 821950616

LEMBARAN REFLEKSI
SIKLUS I
Mata Pelajaran/Tema    :    Matematika/Pertanian
Kelas/Semester    :    III (tiga) / II (dua)
Standar Kompetensi    :    Mengenal Pecahan Sederhana
RPP ke    :     3
A.    Refleksi Komponen
1.    Apakah kegiatan membuka pelajaran yang saya lakukan dapat mengarahkan dan mempersiapkan siswa mengikuti pelajaran yang baik ?
Yang saya yakin dalam hal, saya mengecek kehadiran siswa, berdoa
2.    Bagaimana tanggapan siswa terhadap materi/bahan ajar yang saya sajikan sesuai dengan yang diharapkan?
(Apakah materi terlalu tinggi, terlalu rendah atau sudah sesuai dengan kemampuan awal?)
Materi yang saya gunakan terlalu rendah dalam hal kurangnya penguasaan meteologis pembelajaran
3.    Bagaimana respon siswa terhadap media pembelajaran yang digunakan? (Apakah sesuai dan mempermudah siswa menguasai kompetensi/materi yang diajarkan?)
Kuranf ada keseriusan dari peserta didik karena media yang saya gunakan hanya gambar pada papan tulis saya

4.    Bagaimana tanggapan siswa terhadap kegiatan belajar yang saya rancang?
Kurang menyenangkan karena siswa kurang berpartisipasi dalam kegiatan pembelajaran
5.    Bagaimana tanggapan siswa terhadap metode/teknik pembelajaran yang saya gunakan?
Siswa kurang aktif dalam pembelajaran
6.    Bagaimana tanggapan siswa terhadap pengelolaan kelas (perlakuan saya terhadap siswa, cara mengatasi masalah, memotivasi siswa) yang saya lakukan?
Cukup baik, namun saya kewalahan dalam memotifasi siswa dalam pembelajaran
7.    Apakah siswa dapat menangkap penjelasan/instruksi yang saya berikan dengan baik?
Sebagian besar siswa tidak menanggapi materi pembelajaran
8.    Bagaimana tanggapan siswa terhadap latihan atau penilaian yang saya berikan?
Tanggapan siswa cukup baik karena penilaian yang saya berikan bentuk score dalam hal ada bukti
9.    Apakah siswa telah mencapai penguasaan kemampuan yang telah ditetapkan?
Kompetensi yang diharapkan belum secara utuh ditempuh

10.    Apakah saya telah mengatur dan memanfaatkan waktu pembelajaran dengan baik?
Tidak, karena saya menggunakan metode ceramah yang selalu berulang-ulang
11.    Apakah kegiatan penutupan pelajaran yang saya gunakan sudah dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi pelajaran yang saya sampaikan?
Kurang, karena tidak ada penguatan dalam peningkatan kualitas belajar

Baumi,.......,...................2013
Peneliti



APOLINARIS  LASIMAI
NIM ; 821950616

LEMBARAN REFLEKSI
SIKLUS II
Mata Pelajaran/Tema    :    Matematika/Pertanian
Kelas/Semester    :    III (tiga) / II (dua)
Alokasi Waktu    :    1 X 35 Menit
Sekolah Dasar    :    SD. Negeri Baumi
I.    Standar Kompetensi
3. Memahami pecahan sederhana dan penggunaan dalam pemecahan masalah
II.    Kompetensi Dasar
3.1. Mengenal Pecahan Sederhana
III.    Tujuan Pembelajaran
1.    Melalui gambar atau sepotong kertas, siswa dapat membuktikan pecahan
2.    Melalui ceramah/ penjelasan dan contoh, siswa dapat menulis pecahan
3.    Melalui penjelasan, siswa dapat membilang pecahan
4.    Melalui demonstrasi dari potongan kertas dan penjelasan serta contoh siswa dapat meyajikan nilai dan lambang pecahan
Nilai Karakter yang diharapkan :
    Disiplin
    Tekan
    Tanggungjawab        Ketelitian
    Percaya diri
    keberanian


Tujuan Perbaikan
1.    Meningkatkan pemahaman dan keaktifan siswa melalui peragaan / demonstrasi potongan kertas
IV.    Materi Pokok
    Pecahan Sederhana

V.    Metode Pembelajaran
    Ceramah
    Demonstrasi
    Tanya jawab
    Pemberian Tugas
VI.    Langkah-langkah Pembelajaran
A. Kegiatan Awal
    Apresiasi
Dalam kegiatan apresiasi, guru
    Mengisi daftar hadir, berdoa, mempersiapkan materi ajar. Model dan alat peraga
    Mengajukan beberapa pertanyaan menyangkut materi ajar
    Piring jatuh terkenah lantai akan ....................
    Sepotong rotih dibelah dua akan menjadi ..............
    Ibu membeli sepotong roti, jika diberikan kepada empat orang akan menjadi .................
    Menyampaikan tujuan dan kegiatan yaitu, mewarnai gambar atau memotong kertas sama besar
B. Kegiatan Inti
    Eksplorasi
Dalam kegiatan ekplorasi, guru
    Menjelaskan /penanaman konsep pecahan sederhana
    Guru dapat memberikan contoh pecahan sederhana dalam bentuk gambar tanpa lambang pecahan
    Siswa disuruh untuk mengajukan jawabannya
    Guru memperagakan pecahan sederhana dari lembaran kertas. Siswa diberi kesemparan untuk memperagakan sesuai tugas dari guru.
    Siswa disuruh menggambar bentuk pecahan 1/2, 1/4 dan 1/6
    Guru membantu siswa, yang kewalahan dalam menggambar
    Guru menyuruh beberapa siswa memperagakan melalui lipatan kertas dari pecahan 1/3, 1/4, 1/6
    Dengan bantuan, siswa diberikan kesempatan untuk membaca pecahan 1/2, 1/4 dan 1/6
    Guru menyampaikan menjelaskan bilangan penyebut dan pembilang dalam pecahan
    Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru
    Mengajukan pertanyaan tentang materi yang telah dipelajari bersama siswa
                                Gambar disamping menunjukan pecahan?
    1/4 di baca................
    Dengan bantuan guru siswa meluruskan kesalahpahaman dalam pembelajaran
C. Kegiatan Akhir
Dalam kegiatan akhir ini, guru
    Menyuruh siswa mengerjakan tugas dari pembelajaran
    Guru memberikan penguatan dan pengayaan
    Bersama siswa menyimpulkan materi pembelajaran
VII.    Penilaian
    Bentuk Instrumen Tertulis
1.    Gambar disamping menunjukan
lambang pecahan ............
2.    Bentuk gambar disamping bila
dibagi enam sama besar akan menjadi......
3.    Tulislah lambang pecahan dari sepermpat !
4.    Tulislah nilai pecahan dari gambar
disamping ini !
5.    Gambarlah pecahan 1/6

Jawaban
1.   
2.   

3.    Lambang pecahan seperempat : 
4.   
5.                            



LEMBAR OBSERVASI PTK
SIKLUS  II
Mata Pelajaran/Tema    :    Matematika/Pertanian
Kelas/Semester    :    III (tiga) / II (dua)
Standar Kompetensi    :    Mengenal Pecahan Sederhana dan Penggunaan dalam Pecahan Masalah
RPP ke    :     3
No     Aspek Yang Diobservasi*)    Kemunculan***)     Komentar
        ada    Tidak ada   
1.    Menyediakan pijakan (ketrampilan membuka pelajaran )    √            Mengecek kehadiran, berdoa, menyiapkan materi
2.    Memberikan tuntutan (ketrampilan bertanya)    √        Menyampaikan tujuan pembelajaran
3.    Melibatkan siswa sebanyak mungkin dalam kegitan pembelajaran (ketrampilan menjelaskan)    √            Siswa memperagakan pecahan sederhana melalui potongan kertas
4.    Penjelasan konsep oleh guru (ketrampilan menjelaskan)    √            Penanaman konsep sederhana
5.    Melaksanakan pembelajara dengan menggunakan metode yang bervariasi dan memberikan pengalaman langsung kepada siswa (ketrampilan mengadakan variasi)    √        Metode yang digunakan ceramah, demostrasi dan tanya jawab
6.    Memberikan contoh (ketrampilan mengadakan variasi)    √        Memberikan contoh dalam bentuk pengalaman
7.    Menggunakan media yang tepat (ketrampilan mengadakan variasi)    √        Menggunakan media dalam bentuk gambar
8.    Memberikan penguatan (ketrampilan memberi penguatan)    √        Bersama siswa membahas materi yang masih sulit
9.    Membimbing diskusi (ketrampilan membimbing diskusi kelompok besar dan kecil)    √        Membimbing siswa baik kelompok /perorangan
10.    Melakukan penilaian hasil dan proses belajar (ketrampilan menutup pelajaran)    √        Penilaian dalam bentuk penilaian  score
11.    Ketrampilan mengajar kelompok kecil dan perorangan        √    Mengontrol dan membantu siswa
12.    Memberikan balikan (ketrampilan menutup pelajaran)    √        Umpan balik dalam bentuk pemberian tugas
***) Beri tanda √




Kesimpulan : Dalam pembelajaran pada siklus II sesuai dengan Observasi diatas maka kesimpulan yang diperoleh peneliti sesuai dengan hasil penilaian membuktikan bahwa dalam perbaikan pembelajaran pecahan sederhana dianggap tuntas..
Baumi,..............
Peneliti


APOLINARIS  LASIMAI
NIM ; 821950616













DAFTAR NILAI SISWA
PENELITIAN TINDAKAN KELAS
SIKLUS  II
Mata Pelajaran/Tema    :    Matematika/Pertanian
Kelas/Semester    :    III (tiga) / II (dua)
Standar Kompetensi    :    Mengenal Pecahan Sederhana dan Penggunaan dalam Pemecahan Masalah
RPP ke    :     3
No    Nama Siswa
    Nilai    Ket
        Angka     Huruf    
1    Tegar Kasamai    80    Delapan Puluh   
2    Eriance Onlani    75    Tujuh Puluh Lima   
3    Lukas Malmai    76    Tujuh Puluh Enam   
4    Putri Kasamai    76    Tujuh Puluh Enam   
5    Aksamina Maiten    80    Delapan Puluh   
6    Yosep Maifa    79    Tujuh Puluh Sembilan   
7    Yakomina Manileti    80    Delapan Puluh   
8    Elsa Lenmai    78    Tujuh Puluh Delapan   
9    Natan Maiten    79    Tujuh Puluh Sembilan   
10    Maria Maimau    75    Tujuh Puluh Lima   

Baumi,.......,...................2013
Peneliti


APOLINARIS  LASIMAI
NIM ; 821950616
LEMBARAN REFLEKSI
SIKLUS II
Mata Pelajaran/Tema    :    Matematika / Pertanian
Kelas/Semester    :    III (tiga) / II (dua)
Standar Kompetensi    :    Mengenal Pecahan Sederhana
RPP ke    :     3
A.    Refleksi Komponen
1.    Apakah kegiatan membuka pelajaran yang saya lakukan dapat mengarahkan dan mempersiapkan siswa mengikuti pelajaran yang baik ?
Ya, saya yakin karena saya mengecek kehadiran siswa, berdoa, dan
melibatkan siswa dalam menyiapkan materi dan alat yang diperlukan dalam
pembelajaran
2.    Bagaimana tanggapan siswa terhadap materi/bahan ajar yang saya sajikan sesuai dengan yang diharapkan?
(Apakah materi terlalu tinggi, terlalu rendah atau sudah sesuai dengan kemampuan awal?)
Materi dan bahan ajar yang disajikan sesuai dengan tujuan pembelajaran dan sesua dengan kemampuan siswa.
3.    Bagaimana respon siswa terhadap media pembelajaran yang digunakan? (Apakah sesuai dan mempermudah siswa menguasai kompetensi/materi yang diajarkan?)
Media yang saya gunakan dalam pembelajaran yaitu gambar dan potongan kertas sangat mudah diperoleh, dan dapat mempermudah dalam penguasaan standar kopetensi.
4.    Bagaimana tanggapan siswa terhadap kegiatan belajar yang saya rancang?
Tanggapan siswa terhadap proses pembelajaran cukup baik karena saya melibatkan siswa secara keseluruhan dalam peragaan pecahan sederhana.
5.    Bagaimana tanggapan siswa terhadap metode/teknik pembelajaran yang saya gunakan?
Tehknik pembelajaran yang saya gunakan tidak bersifat monoton / searah, tetapi bersifat menyeluruh.
6.    Bagaimana tanggapan siswa terhadap pengelolaan kelas (perlakuan saya terhadap siswa, cara mengatasi masalah, memotivasi siswa) yang saya lakukan?
Siswa yang mengalami keolahan dalam memperagakan, saya membantu.
7.    Apakah siswa dapat menangkap penjelasan/instruksi yang saya berikan dengan baik?
Ya, saya yakin bahwa siswa telah menangkap penjelasan dengan baik.
8.    Bagaimana tanggapan siswa terhadap latihan atau penilaian yang saya berikan?
Tanggapan siswa cukup baik sesuai dengan kualitas pembelajaran.

9.    Apakah siswa telah mencapai penguasaan kemampuan yang telah ditetapkan?
Ya, siswa telah mencapai kompetensi yang diharapkan dalam arti prestasi siswa rata- rata diatas 75.
10.    Apakah saya telah mengatur dan memanfaatkan waktu pembelajaran dengan baik?
Waktu cepat dan tepat sesuai alokasi waktu yang direncanakan dalam pembelajaran.
11.    Apakah kegiatan penutupan pelajaran yang saya gunakan sudah dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi pelajaran yang saya sampaikan?
Ya, karena disamping penguatan bersama siswa kami dapat menyimpulkan materi dan saya memberi tugas latihan

Baumi,.......,...................2013
Peneliti



APOLINARIS  LASIMAI
NIM ; 821950616

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

silahkan di komen yah.....